Asalamu’alaikum Wr. Wb.
Hay Guys.... Gimana kabar hari
ini ?? semoga pembaca yang budiman slalu mendapat rahmat dan lindungan dari
Allah SWT. Amien.
Hmmm... kali ini Azzam mau sharing
tentang suatu teknologi yg biasa kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari,
yakni tentang sinar Laser, dimana sinar laser ini ditemukan pada tahun 1960,
dengan kerja keras beberapa Ilmuwan melalui penelitian panjang mereka...
Namun ternyata neh guys,,,
teknologi ini sudah dipaparkan sejak 14 abad silam oleh Allah SWT melalui
Al-Quran, mau tau selengkapnya ?? disimak yah....
Allah SWT berfirman dalam
surat An-Nur : 35
اللَّهُ نُورُ
السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ
الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ
مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لا شَرْقِيَّةٍ وَلا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ
زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي
اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ
وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya :
“Allah
(Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah,
adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita
besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang
bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon
zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah
barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak
disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada
cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat
perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu.” (An-Nur
: 35).
Ayat Al-Quran di atas memberi
gambaran ide tentang salah satu jenis sinar istimewa, yakni konsep sinar laser
(Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) atau penguatan cahaya
dengan rangsangan emisi radiasi.
Laser pertama kali dibuat pada
tahun 1960 dari kristal ruby. Sekarang laser banyak dimanfaatkan dalam bidang
industri. Bahkan laser juga dapat ditemukan di supermarkaet dekat rumah anda.
Laser akan membaca kode garis (Bar Code) yang tercetak dalam kemasan
barang-barang di supermarket. Untuk mengetahui dan menghitung harga barang yang
dibeli oleh konsumen, pramuniaga cukup melewatkan barang-barang tersebut pada
laser scanner yang akan membaca kode garis pada kemasan tersebut.
Prinsip kerja laser diawali
pada konsep atom Hidrogen oleh Rutherford dan Bohr yang mengkaji tentang
spektrum atom Hidrogen. Dalam teori atomnya, mereka menjelaskan bahwa elektron
dapat berpindah dari suatu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lainnya
pada atom sambil menyerap atau memancarkan energi foton (cahaya). Adanya
transmisi energi foton inilah yang menjadi dasar pemikiran pembuatan sinar
laser.
Jika meninjau konsep transmisi
yang berkaitan dengan radiasi foton sebagai gelombang elektromagnetik, maka
terdapat tiga macam transmisi antara dua tingkat energi atom. Pertama, absorbsi
induksi, ini terjadi apabila elektron berpindah dari kulit atau lintasan atom
pada tingkat energi dasar menuju tingkat energi yang lebih tinggi dengan
menyerap energi foton. Kedua, emisi spontan, ini terjadi apabila elektron
berpindah dari tingkat energi yang lebih besar ke tingkat energi yang lebih
kecil dengan melepas energi foton. Ketiga, jika elektron berada pada tingkat
energi atom yang lebih tinggi dijatuhi foton maka akan terjadi transisi ke
energi yang lebih rendah sambil memancarkan dua kali energi foton. Proses ini
disebut emisi induksi atau emisi terangsang.
Proses terjadinya sinar laser
merupakan gabungan transisi absorbsi, emisi spontan, dan emisi induksi.
Mula-mula elektron berada di tingkat energi dasar kemudian dipompakan dengan
dijatuhi foton (terjadi absorbsi induksi). Pada tingkat energi kedua, elektron
mempunyai waktu hidup yang sangat singkat, maka terjadi transisi spontan ke
tingkat energi pertama (keadaan metastabil) dengan waktu hidup yang lebih lama
sambil memancarkan foton yang lebih besar sehingga terjadi proses emisi
spontan. Karena waktu hidup pada tingkat energi pertama lebih lama dibandingkan
waktu hidup pada tingkat energi kedua, maka akan lebih banyak elektron yang
berada di tingkat energi metastbil (energi tingkat pertama), keadaan seperti
ini disebut inversi kopulasi.
Elektron yang berada pada
tingkat energi metastabil ini kemudian dijatuhi foton dengan energi tunggalnya
sehingga terjadi transisi ke energi dasar sambil memancarkan energi tunggal
tersebut yang lebih banyak lagi (terjadi emisis induksi). Pancaran induksi foton
yang dihasilkan adalah koheren (memiliki frekuensi sama) yang diperkuat oleh
foton yang dijatuhkan sehingga terbentuklah laser. Jadi, laser adalah sinar
koheren dengan intensitas tinggi.
Penjelasan ini sesuai dengan
apa yang digambarkan oleh Al-Quran tentang konsep cahaya pada ayat di atas.
Sungguh benarlah Allah SWT dengan
segala Firmannya. Allah telah menciptakan ini semua agar menjadi pelajaran bagi
kaum yang berpikir.
Oleh :
A.Haris Syafi’i
Sumber:
Mulyono, Agus dan Abtokhi, Ahmad. 2006. Fisika dan
Al-Qur’an. Malang: UIN Malang Press.