Jumat, 28 Maret 2014

Petir pun Bertasbih Kepada-Nya




Saat hujan deras, langit tiba-tiba menyala, dan tidak lama kemudian disusul oleh suara menggelegar. Tahukah anda bagaimana petir luar biasa yang menerangi langit muncul ? tahukah anda seberapa banyak cahaya yang dipancarkannya ? atau seberapa panas yang dilepaskannya ?
Allah SWT menggambarkannya surat An-Nur : 43, sebagai berikut :

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالأبْصَارِ

“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Q.S An-Nur : 43)

Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama proses pelepasan listrik di atmosfer saat hujan badai. Petir dapat terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer-masih dalam satu awan, atau antara dan pemukaan tanah, atau antara dua  permukaan tanah- mencapai tingkat tinggi.

Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama bermuatan negatif (-) mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang. Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur utama. Ketika samabaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan. Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter diatas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama menuju awan. Perbedaan teganagan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.

Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar dari pada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur dimana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat celcius. Suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah anatara 1.050 dan 1.100 derajat celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur di permukaan bumi. Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.000 derajat celcius. Dengan kata lain, suhu petir 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Sebagai pembanding, saru kilatan petir menyinari sekelilingnya secara lebih terang dibandingkan ketika satu lampu pijar dinyalakan.

Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke Bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik. Suara guruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara disekitar jalur petir. Akitbanya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.

Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa itu muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan bahwa petir diciptakan dengan sengaja. Lebih jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul nitrogen, sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari kekuatan ini, sekali lagi membuktikan bahwa petir diciptakan dengan kearifan khusus.
Allah secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam Al-Quran. Arti surat Ar-Rad, salah satu surat dalam Al-Quran,.

Subhanallah..... Mahasuci Allah yg telah menciptakan ini semua agar menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berpikir... 

Oleh :
A.Haris Syafi’i
Sumber:

Mulyono, Agus dan Abtokhi, Ahmad. 2006. Fisika dan Al-Qur’an. Malang: UIN Malang Press.

Senin, 10 Februari 2014

SINAR LASER

Asalamu’alaikum Wr. Wb.
Hay Guys.... Gimana kabar hari ini ?? semoga pembaca yang budiman slalu mendapat rahmat dan lindungan dari Allah SWT. Amien.
Hmmm... kali ini Azzam mau sharing tentang suatu teknologi yg biasa kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari, yakni tentang sinar Laser, dimana sinar laser ini ditemukan pada tahun 1960, dengan kerja keras beberapa Ilmuwan melalui penelitian panjang mereka...

Namun ternyata neh guys,,, teknologi ini sudah dipaparkan sejak 14 abad silam oleh Allah SWT melalui Al-Quran, mau tau selengkapnya ?? disimak yah....

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nur : 35
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لا شَرْقِيَّةٍ وَلا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya :
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nur : 35).

Ayat Al-Quran di atas memberi gambaran ide tentang salah satu jenis sinar istimewa, yakni konsep sinar laser (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) atau penguatan cahaya dengan rangsangan emisi radiasi.

Laser pertama kali dibuat pada tahun 1960 dari kristal ruby. Sekarang laser banyak dimanfaatkan dalam bidang industri. Bahkan laser juga dapat ditemukan di supermarkaet dekat rumah anda. Laser akan membaca kode garis (Bar Code) yang tercetak dalam kemasan barang-barang di supermarket. Untuk mengetahui dan menghitung harga barang yang dibeli oleh konsumen, pramuniaga cukup melewatkan barang-barang tersebut pada laser scanner yang akan membaca kode garis pada kemasan tersebut.

Prinsip kerja laser diawali pada konsep atom Hidrogen oleh Rutherford dan Bohr yang mengkaji tentang spektrum atom Hidrogen. Dalam teori atomnya, mereka menjelaskan bahwa elektron dapat berpindah dari suatu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lainnya pada atom sambil menyerap atau memancarkan energi foton (cahaya). Adanya transmisi energi foton inilah yang menjadi dasar pemikiran pembuatan sinar laser.

Jika meninjau konsep transmisi yang berkaitan dengan radiasi foton sebagai gelombang elektromagnetik, maka terdapat tiga macam transmisi antara dua tingkat energi atom. Pertama, absorbsi induksi, ini terjadi apabila elektron berpindah dari kulit atau lintasan atom pada tingkat energi dasar menuju tingkat energi yang lebih tinggi dengan menyerap energi foton. Kedua, emisi spontan, ini terjadi apabila elektron berpindah dari tingkat energi yang lebih besar ke tingkat energi yang lebih kecil dengan melepas energi foton. Ketiga, jika elektron berada pada tingkat energi atom yang lebih tinggi dijatuhi foton maka akan terjadi transisi ke energi yang lebih rendah sambil memancarkan dua kali energi foton. Proses ini disebut emisi induksi atau emisi terangsang.

Proses terjadinya sinar laser merupakan gabungan transisi absorbsi, emisi spontan, dan emisi induksi. Mula-mula elektron berada di tingkat energi dasar kemudian dipompakan dengan dijatuhi foton (terjadi absorbsi induksi). Pada tingkat energi kedua, elektron mempunyai waktu hidup yang sangat singkat, maka terjadi transisi spontan ke tingkat energi pertama (keadaan metastabil) dengan waktu hidup yang lebih lama sambil memancarkan foton yang lebih besar sehingga terjadi proses emisi spontan. Karena waktu hidup pada tingkat energi pertama lebih lama dibandingkan waktu hidup pada tingkat energi kedua, maka akan lebih banyak elektron yang berada di tingkat energi metastbil (energi tingkat pertama), keadaan seperti ini disebut inversi kopulasi.

Elektron yang berada pada tingkat energi metastabil ini kemudian dijatuhi foton dengan energi tunggalnya sehingga terjadi transisi ke energi dasar sambil memancarkan energi tunggal tersebut yang lebih banyak lagi (terjadi emisis induksi). Pancaran induksi foton yang dihasilkan adalah koheren (memiliki frekuensi sama) yang diperkuat oleh foton yang dijatuhkan sehingga terbentuklah laser. Jadi, laser adalah sinar koheren dengan intensitas tinggi.
Penjelasan ini sesuai dengan apa yang digambarkan oleh Al-Quran tentang konsep cahaya pada ayat di atas.
Sungguh benarlah Allah SWT dengan segala Firmannya. Allah telah menciptakan ini semua agar menjadi pelajaran bagi kaum yang berpikir.


Oleh :
A.Haris Syafi’i
Sumber:

Mulyono, Agus dan Abtokhi, Ahmad. 2006. Fisika dan Al-Qur’an. Malang: UIN Malang Press.